Headlines News :
Home » » Desa Mojodelik Potensi Produksi Jamu Tradisional

Desa Mojodelik Potensi Produksi Jamu Tradisional

Written By Unknown on Rabu, 25 Mei 2016 | 21.02

Sumber Foto by : www.suarabanyuurip.com
Mojodelik -  Ada kemauan pasti ada jalan. Ungkapan ini sepertinya pas untuk menggambarkan semangat ibu-ibu di Dusun Samben, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Ibu rumah tangga di ring 1 Lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu, itu mulai mandiri dengan mengembangkan usaha produksi jamu tradisional (herbal) untuk menambah pemasukan keluarga.

Usaha produksi jamu herbal yang dirintis sejak Juni 2014 lalu itu digeluti oleh kader PKK dan Posyandu Desa Mojodelik. Selain membuat jamu herbal, mereka juga membuat bubur girut.

Semua bahan jamu itu berasal dari tanaman yang mudah dijumpai di sekitar mereka. Seperti Kunir, Jahe Merah, Temu Lawak, Kunci, Daun Binahong, Kunyit Putih, daun Sirsak, Gingseng, Asem Jawa, dan Gula Aren. Tanaman itu saat ini dikembangkan warga untuk memenuhi bahan baku jamu herbal.

"Lumayan Mas dari pada nganggur bisa bantu untuk kebutuhan keluarga," kata Ketua Pengurus Pembuatan Jamu tradisional, Patrem kepada suarabanyuurip.com di Balai Desa Mojodelik, Senin (15/9/2014).

Ia menuturkan, meski baru empat bulan beraktifitas, produksi jamu tradisional yang diberi nama Jamu Maju Mapan sudah mendapat order hingga luar daerah seperti Kalimantan dan daerah lain.

"Ada warga Kalimantan yang rutin minta kiriman 40 bungkus. Kalau Bojonegoro sudah banyak sekali yang pesan," kata Patrem.

Jamu tradisional Maju Mapan ini tak memiliki efek samping. Karena selain bahan bakunya menggunakan tumbuh-tumbuhan, tidak ada campuran bahan kimia sehingga aman untuk dikonsumsi. Jenis jamu yang diproduksi diantaranya adalah Temu Kunci Instan, Kencur Instan, Herbal Ayu dan Herbal Bima. Semuanya dijadikan serbuk sehingga tinggal menyeduh dengan air panas.

"Kasiatnya banyak sekali, bisa untuk mengobati pegel-linu, panas, telat bulan, diet, asam urat, darah tinggi, menambah stamina dan lain sebagainya," kata perempuan yang juga anggota PKK Maju Mapan Desa Mojodelik tersebut.

Untuk harga jamu Maju Mapan ini sangat terjangkau. Nilainya tergantung besar kecilnya ukuran jamu yang dibungkus ataupun botolnya. Untuk ukuran 300 mili seharga Rp8000 per botol dan yang besar ukuran 900 mili, Rp20.000 per botol.

"Ke depan kita ingin membuka depot jamu di sini," sambung Sumi, ibu rumah tangga lainnya.

"Apalagi di sini ada proyek, jadi kalau pekerja capek bekerja bisa langsung ke depot Jamu untuk membeli agar staminanya tetap terjaga," lanjut dia.

Produksi jamu yang dihasilkan para kaum hawa ini tergantung pesanan. Jika pesan yang diterima banyak, maka produksi jamu juga banyak. "Setiap 4 kilo gram bahan Jamu, mampu menghasilkan 60 bungkus Jamu," ujar Sumi, menerangkan.

Pembuatan jamu tradisional yang dilakukan para ibu-ibu PKK ini sebagai upaya membuka peluang pekerja. Selain itu, hasil yang didapat dibagi 20 persen untuk Koperasi Rumpun, 10 persen untuk posyandu, selebihnya untuk biaya produksi Jamu, dan tambahan modal.

Menurut Sumi, kendala yang masih dihadapi untuk mengembangkan usaha itu saat ini adalah peralatan dan modal. Karena alat yang dipakai sementara ini masih manual. Selain itu juga bahan baku seperti Jahe Merah dan Kunci yang harus dibeli dari Jawa Tengah. Dengan harga Jahe Mareh satu kilonya Rp25 ribu, dan Kunci Rp10 ribu.

"Dengan adanya usaha ini kita harapkan nantinya menjadi peluang warga untuk budidaya tanaman yang kita butuhkan sebagai bahan baku. Karena kita akan siap membelinya," kata dia.

Dia berharap, baik Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memberikan bantuan modal, peralatan produksi jamu, maupun pelatihan untuk mengembangkan usaha tersebut.

"Agar kedepan usaha ini bisa semakin bertambah maju dan bisa memberikan peluang kerja bagi warga secara maksimal," pungkas Sumi.

Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Yuntik Rahayu, mengatakan, sangat mendukung  usaha produksi jamu tradisional yang dilakukan oleh kader PKK maupun Posyandu Mojodelik.

"Sebagai Kades, tentunya selalu mendukung dengan inisiatif warga Mojodelik yang arahnya baik, Mas,"sambung Yuntik.

"Alhamdulillah kemarin dari tim MCL juga sudah cek langsung di Dusun Samben tempat warga produksi jamu tradisional. Semoga ada perhatian untuk perkembangannya nanti," pungkas Yuntik.(sam)

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kartar Desa Mojodelik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger