Headlines News :
Home » , » Efek Domino Proyek Migas Banyu Urip Blok Cepu Terhadap Masyarakat Sekitar

Efek Domino Proyek Migas Banyu Urip Blok Cepu Terhadap Masyarakat Sekitar

Written By Unknown on Sabtu, 29 Juli 2017 | 02.45

Oleh : Anik Yuliati
 
Bojonegoro - Kontrak Kerja Sama (KKS) Cepu telah ditandatangani pada 17 September 2005 dan meliputi wilayah Area Kontrak Cepu, di area Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mobil Cepu Ltd. (MCL), Ampolex (Cepu) Pte. Ltd. dan Pertamina EP Cepu bersama-sama merumuskan komposisi Kontraktor di bawah KKS Cepu. KKS Cepu ini memiliki kewenangan atas 10% modal serta keuntungan yang ditujukan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). KKS Cepu akan berlaku selama 30 tahun.

Berdasarkan Perjanjian Operasi Bersama – Joint Operating Agreement (JOA) yang dirumuskan oleh pihak Kontraktor, MCL bertindak sebagai operator dari KKS Cepu sebagai wakil dari para Kontraktor.
Proyek Lapangan Banyu Urip Blok Cepu adalah proyek pertama yang dikembangkan pada masa setelah penandatanganan KKS, yang termasuk didalamnya pengembangan lapangan minyak Banyu Urip. Penemuan Lapangan Minyak Banyu Urip diumumkan pada April 2001 dan diperkirakan memiliki kandungan minyak lebih dari 250 juta barel. Pada masa produksi puncak, lapangan minyak Banyu Urip memiliki desain kapasitas produksi hingga 165 ribu barel minyak per hari.

Desa Gayam adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Gayam yang  merupakan daerah penemuan lapangan minyak Banyu Urip.Semula Desa Gayam secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, namun seiring terjadinya pemekaran wilayah (Perda Bojonegoro No. 22 tahun 2011) akhirnya Desa Gayam menjadi bagian integral dari Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sebagai salah satu bagian dari Kecamatan Gayam, Desa Gayam memiliki luas wilayah : 8.930.000 m2. Secara topografi, Desa Gayam tergolong dataran rendah karena berada pada ketinggian antara 15 s.d. 25 meter (dpl) dengan suhu udara rata-rata 24 derajat Celcius dan curah hujan tahunan mencapai 2,45 mm/tahun.

Dengan adanya pengeboran minyak yang terjadi di daerah Gayam, tepatnya di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro sudah berjalan kurang lebih 15 tahun. Mengingat waktu yang cukup lama daerah Mojodelik digunakan untuk proyek ini pasti banyak perubahan yang dirasakan oleh penduduk sekitar baik dari sektor ekonomi, sosial dan budaya.

Pertama, banyak warga Mojodelik (khususnya) mendapatkan pekerjaan di proyek tersebut, tapi hanya sebagai buruh kasar yang penghasilannya tidak seberapa, namun dengan seiringnya waktu pekerja kasar (seperti kuli bangunan, atau yang lainnya) sudah tidak diperlukan lagi dikarenakan pembangunan struktur proyek sudah selesai, banyak warga Mojodelik yang kehilangan pekerjaannya, alhasil banyak warga Mojodelik yang tidak memiliki pekerjaan (pengangguran).

Kedua, didaerah sekitar mengeboran mengalami peningkata suhu yang signifikan dari suhu rata-rata 24 derajat Celcius kini suhu rata-rata kurang lebih mencapai 47 derajat Celcius, yang dibuktikan dengan alat pengukur udara di daerah Bojonegoro, tak sampai disitu tingkat kesuburan tanah juga akan mengalami penurunan. Dengan suhu yang begitu tinggi dan kesuburan tanah yang menurun akan berdampak pada tingkat produksi petani menurun, banyak tanaman pertumbuhannya kurang subur dan banyak yang mati, sehingga banyak masyarakat yang mengalami gagal panen.

Ketiga, seperti yang kita tahu bahwa daerah sekitar suatu proyek akan mengalami beberapa kendala seperti suara bising yang ditimbulkan dari alat-alat yang sedang beroperasi dalam proyek tersebut, sehingga mengganggu masyarakat, tak cukup sampai disitu seringnya terjadi  kebocoran pipa pengeboran minyak yang mengakibatkan keluarnya gas H2S. Gas H2S adalah gas organic yang mengandung belerang, sangat berbahaya bagi kesehatan warga di sekitar wilayah operasi. Gas ini tidak berwarna tapi memiliki bau yang menyengat, hanya dengan hitungan menit penyebaran sampai beberapa kilometer, jika saseorang menghirup gas ini akan mengalami mual, pusing, bahkan sampai pingsan, bahkan dapat mengakibatkan kematian pada seseorang.

Dari berbagai kerugian yang ditimbulkan, kita dapat membayangkan bagaimana kehidupan yang ada di daerah Mojodelik dan sekitarnya, dan bagaimana keadaan yang akan terjadi tahun yang akan datang?, untuk itu sebaiknya pemerintah daerah Bojonegoro lebih memperhatikan daerah sekitar proyek perminyakan. Jangan lihat mereka dari tempat tinggal mereka tapi lihatlah bagaimana cara mereka mempertahankan hidup, karena beberapa dari mereka mengalami kehidupan yang berbeda dari yang kita bayangkan.

Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Pendidikan Matematika, Semester II IKIP PGRI Bojonegoro.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kartar Desa Mojodelik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger